Taukah Anda Sejarah Jaket Hoodie?

Taukah Anda Sejarah Jaket Hoodie?

Anda pernah mendengar jaket hoodie? Pernah menjumpainya? Atau bahkan kalian sudah mempunyai jaket hoodie? Seperti apa jaket hoodie itu? Lalu, bagaimana perkembangan jaket hoodie yang kalian pakai sampai sekarang? Indonesia memang negara yang beriklim tropis. Di antara beragam daerah yang beriklim tropis, Indonesia juga mempunyai daerah yang mempunyai suhu atau temperatur lebih rendah, misalnya saja Malang, Batu, Bandung, dan lain sebagainya. Penduduk yang ingin menghangatkan tubuhnya kala diterjang suhu dengan temperatur rendah, tak jarang mereka memakai baju yang bertudung atau sering disebut dengan hoodie. Hoodie pada dasarnya adalah sebuah jaket dengan tambahan hood/tudung/topi pada bagian belakang. Jenis jaket semacam ini sedang populer di kalangan remaja Indonesia. Variasi pilihan yang tersedia pun cukup beragam.

Hoodie bukan hanya berfungsi sebagai penghangat tubuh. Hoodie kini juga berfungsi sebagai identitas suatu komunitas atau kelompok. Jaket kelas misalnya, kini suatu kelas dapat membuat seragam identitas mereka dengan mendesain jaket hoodie yang diberi logo, nama, simbol kelompok, dan hal-hal yang berhubungan dengan kelompok mereka. Hoodie juga beralih fungsi sebagai seragam olahraga. Baju bertudung ini dirancang dengan jenis kain yang lebih tipis dari versi aslinya, lalu dipadukan dengan celana olahraga yang juga dapat kita temui di sekitar kita. Disamping itu, sisi negatif dari pakaian bertudung ini, yaitu hoodie seringkali digunakan untuk menyembunyikan identitas seseorang ketika mereka terlibat dalam kegiatan kriminal. Tapi anggapan negatif itu lama-lama hilang karena kemunculan hoodie di lini High Fashion yang dikeluarkan oleh Norma Kamali yang menuangkan kesan glamor dan mewah pada setiap rancangan hoodienya.

Lantas bagaimana sebenarnya sejarah trend hoodie bermula? Mengutip dari laman Jadi Penulis oleh Nuraini, banyak pengamat fashion mengatakan bahwa desain semacam itu diinspirasi dari jubah yang dikenakan oleh para pendeta serta kesatria dari abad pertengahan di Eropa. Dalam perkembangannya, desain hoodie ini juga menyebar hingga ke Amerika Serikat. Pakaian dengan tudung di kepala ini digunakan para pekerja untuk melawan temperatur udara dingin di bagian dataran tinggi New York. Perusahaan pertama yang memproduksi jaket dengan tambahan tudung adalah Champion. Hingga kini, perusahaan tersebut masih eksis serta dikenal luas akan produk-produk olahraga yang mereka luncurkan. Anda butuh jaket Hoodie? Hubungi saja kami Konveksi Seragam Jaket Hoodie ! 😉

Memasuki tahun 1970, tren hoodie menjadi bagian dari budaya hip hop yang sedang berkembang di Amerika Serikat. Bagi hip-hopers, hoodie dianggap sebagai simbol anonimitas, karena hoodie dapat menyembunyikan wajah dan identitas seseorang. Memasuki tahun 1990an, para remaja dengan kisaran umur 14 – 28 tahunan menjadikan hoodie sebagai statement clothes bagi skaters dan surfers. Lambat laun, popularitas jaket hoodie meroket ketika digunakan oleh Claire McCardell, seorang desainer pakaian olahraga, di seluruh koleksi desainnya. Sampai sekarang pemakai hoodie terus bertahan dan bertambah, khususnya di Indonesia. Kalangan remaja kini memakai hoodie bukan sebagai baju pelindung dari suhu yang dingin saja, tetapi mereka juga memakai hoodie sebagai salah satu item fashion yang dapat dikatakan “keren”.